BeritaDaerah

Merinding! Lagu Karya Warga Binaan Lapas Ciamis Menggema di Hadapan Ribuan Warga

CIAMIS, RubrikJabar.com – Suasana haru menyelimuti Taman Lokasana pada perayaan Hari Jadi ke-384, Selasa malam (16/06/2026). Ribuan penonton merasakan merinding saat sebuah lagu karya warga binaan Lapas Ciamis mengalun perdana.

Momen emosional ini menjadi sorotan utama yang membekas dalam memori publik. Selain itu, keheningan panjang sempat terjadi saat lirik pertama menggema di udara.

Karya musik menyentuh tersebut bukan sekadar hiburan bagi masyarakat Tatar Galuh. Sebaliknya, alunan nada itu menyimpan kisah kelam tentang pertobatan dan harapan baru.

Oleh karena itu, ribuan warga sangat antusias saat mendengarkan mahakarya tersebut. Mereka tampak khusyuk meresapi setiap keping makna di balik lirik tersebut.

Pesan Mendalam di Balik Karya Seni Narapidana

Sejak dentingan melodi pertama terdengar, ribuan pasang mata tampak berkaca-kaca. Beberapa penonton bahkan tidak mampu menahan air mata haru yang jatuh perlahan.

Pada kenyataannya, lagu karya warga binaan Lapas Ciamis memiliki pesan menyayat hati. Dengan demikian, pesan moralnya menghujam nurani setiap pendengar yang hadir di sana.

Melodi syahdu itu murni lahir dari balik jeruji besi pemasyarakatan. Meskipun hukum merenggut kebebasan fisik mereka, kreativitas para narapidana tetap mengudara luas.

Karya seni ini menjadi media penyembuhan luka batin yang mujarab bagi para penciptanya.

Karya ini lahir melalui program pembinaan bertajuk Pojok Musik Lapas. Program inovatif ini memfasilitasi minat dan bakat seni para tahanan yang selama ini terpendam.

Dengan demikian, lagu karya warga binaan Lapas Ciamis menjadi bukti nyata dari sistem pemberdayaan positif. Sistem pemasyarakatan berhasil mengubah penyesalan menjadi mahakarya.

Transformasi Mental Melalui Program Pojok Musik

Kepala Lapas Kelas IIB, Supriyanto, merasa sangat bangga malam itu. Ia menjelaskan bahwa proses penciptaan karya ini memakan waktu berbulan-bulan yang penuh perjuangan mental.

Baca Juga :  Menguak Cetak Biru Panca Olah Membangun Daerah Ciamis, Mampukah Gagasan Dr. Heri Solehudin Membawa Perubahan Besar?

Selanjutnya, “Kerja keras dan lelah itu terbayar lunas malam ini,” ungkapnya dengan mata berbinar di hadapan awak media.

Supriyanto menyebutkan bahwa para pencipta lagu seringkali menangis saat proses rekaman suara berlangsung. Mereka mencurahkan segala rasa penyesalan dan rindu mendalam kepada keluarga di rumah.

Oleh karena itu, lagu karya warga binaan Lapas Ciamis terasa sangat bernyawa. Ada sepotong jiwa dan doa mereka yang tertanam dalam karya itu.

Pembinaan mental melalui seni terbukti ampuh menurunkan tingkat stres para penghuni penjara. Selain itu, mereka kini memiliki sarana ekspresi emosi yang sehat, produktif, dan terarah.

Alhasil, perubahan perilaku ke arah positif terlihat secara signifikan. Kemudian, gesekan sosial antar penghuni penjara pun menurun drastis.

Sinergi Hebat Membangun Harapan Baru

Bupati Herdiat Sunarya turut memberikan apresiasi yang luar biasa atas pencapaian ini. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program rehabilitasi yang manusiawi.

Peluncuran megah lagu karya warga binaan Lapas Ciamis menjadi wujud nyata keberhasilan kolaborasi lintas sektor tersebut.

“Karya indah dari ruang sempit ini justru mampu menjangkau hati publik yang luas,” tutur Bupati.

Oleh sebab itu, ia berharap program inovatif ini terus berkembang ke depannya. Dengan begitu, banyak bakat terpendam lainnya yang terselamatkan dari jurang keputusasaan.

Penghargaan Bagi Penggerak Kreativitas

Yayasan Bakti Anak Negeri memberikan penghormatan resmi kepada para pimpinan yang menggerakkan program kemanusiaan ini.

Pasalnya, lagu karya warga binaan Lapas Ciamis tidak akan tercipta tanpa dukungan penuh mereka. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Brigjen TNI (Purn) H. Rubiono Prawiro kepada para tokoh terkait.

Suasana penyerahan penghargaan di panggung megah terasa sangat khidmat dan penuh kebanggaan. Momen bersejarah ini menjadi tonggak pencapaian bagi sistem pemasyarakatan yang beradab.

Baca Juga :  Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis, Ribuan Warga Serbu Islamic Center, Ada Apa?

Sementara itu, kolaborasi dengan musisi Charly Van Houten semakin menyempurnakan kemeriahan malam tersebut.

Membangun Harapan dan Menghapus Stigma

Kendati demikian, pesona lagu karya warga binaan Lapas Ciamis tetap menjadi primadona di hati penonton. Banyak warga berharap lagu tersebut segera rilis di berbagai platform digital.

Mereka ingin terus mendengarkan pesan moral mendalam yang tersirat dalam setiap bait liriknya.

Karya ini berhasil menghancurkan stigma negatif publik tentang mantan narapidana. Kegiatan seni ini membuktikan bahwa penjara bukan sekadar tempat mengurung tubuh fisik.

Sebaliknya, penjara sejatinya menjadi tempat memperbaiki diri secara total. Kemunculan lagu karya warga binaan Lapas Ciamis menegaskan berfungsinya sistem rehabilitasi secara sempurna.

Memasuki penghujung acara, penonton meninggalkan Taman Lokasana dengan perasaan campur aduk. Rasa haru, kebanggaan, dan kekaguman tertinggal abadi di benak mereka.

Selain itu, pengalaman emosional ini akan menjadi buah bibir warga Tatar Galuh untuk waktu yang lama.

Sebagai kesimpulan, keajaiban lahir dari tempat kelam jika manusia mendapatkan kepercayaan. Festival Malam Harmoni Tanpa

Batas membuktikan setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Pada akhirnya, lagu karya warga binaan Lapas Ciamis menjadi monumen abadi kebangkitan jiwa mereka yang sempat tersesat.

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca