
CIREBON, RubrikJabar.com – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program vokasi di UPT Latihan Tenaga Kerja. Pemkot merancang Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon ini untuk membuka peluang masyarakat luas sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Sekretaris Daerah Iing Daiman meninjau langsung pelaksanaan program tersebut pada Jumat (7/8/2026). Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan kelayakan sarana prasarana serta memantau proses peningkatan keterampilan peserta dari dekat.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota memusatkan perhatian pada fasilitas bengkel pengelasan yang menjadi program unggulan terbaru tahun ini. Beliau memuji kelengkapan peralatan praktikum yang sangat representatif, bersih, dan sesuai standar keselamatan kerja industri.
“Setelah saya melihat langsung, fasilitas di sini sangat baik. Peralatannya masih lengkap, mulai dari mesin las, helm pelindung, hingga jaket keselamatan. Semuanya berfungsi dengan optimal,” tegas Effendi Edo di sela-sela peninjauan.
Antusiasme Tinggi pada Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon
Tingginya minat warga terlihat dari lonjakan pendaftar sejak pendaftaran resmi buka awal bulan ini. Program vokasi ini memberikan solusi konkret bagi generasi muda yang ingin menguasai keahlian praktis sesuai kebutuhan pasar kerja.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Baru buka saja sudah ada 102 orang yang mendaftar program las. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus mengembangkan program pelatihan yang relevan,” lanjut Wali Kota.
Pemerintah daerah berharap lulusan program ini tidak hanya mengisi lowongan kerja di pabrik atau perusahaan swasta. Lebih dari itu, para alumni hendaknya mampu menciptakan lapangan kerja baru sebagai wirausahawan mandiri.
“Harapan kami, alumni Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon memiliki kompetensi industri yang kuat. Di sisi lain, mereka juga bisa memilih membuka usaha sendiri, seperti bengkel las,” jelasnya.
Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen terus mengevaluasi serta menambah kapasitas fasilitas pada masa mendatang. Langkah ini penting guna memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang berkembang dinamis.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, menjelaskan bahwa pendaftaran program ini masih buka hingga 12 Agustus 2026. Kursus pengelasan menjadi salah satu kelas favorit dengan kapasitas awal 16 peserta per angkatan.
“Minat masyarakat sangat tinggi melebihi kuota awal. Karena itu, kami berencana membuka kelas-kelas berikutnya agar semakin banyak warga menikmati Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon,” kata Ma’ruf.
Pilihan Program Vokasi dan Strategi Penekanan Pengangguran
Selain bidang teknik pengelasan, Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon juga menghadirkan beragam variasi kelas keterampilan modern. Beberapa pilihan program favorit meliputi digital marketing, seni menjahit, barista kopi, hingga teknik pemotongan rambut (barbershop).
Tim penyusun merancang seluruh kurikulum secara khusus untuk menjawab tantangan pasar kerja modern. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori dasar, tetapi juga menekankan praktik langsung yang mendalam dan terukur.
Ma’ruf menegaskan bahwa program ini memberi jaminan agar para alumni memiliki peluang karier yang nyata. Oleh sebab itu, Disnaker terus memperkuat konsep link and match bersama para pelaku industri lokal maupun nasional.
“Kami ingin hasil akhirnya jelas dan terukur. Karena itu, kami sedang membangun kerja sama lintas sektor. Contohnya untuk kelas menjahit, kami menggandeng perusahaan tekstil agar bisa langsung menyalurkan para lulusan,” paparnya.
Langkah masif ini menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam menekan tingkat pengangguran terbuka. Saat ini, angka pengangguran di Kota Cirebon berhasil turun ke level 6,4 persen dari angka sebelumnya 6,6 persen.
“Salah satu tuntutan utama dunia kerja saat ini adalah sertifikasi dan kompetensi. Melalui kehadiran Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon, kami optimistis angka pengangguran dapat terus turun,” tambah Ma’ruf.
Pihak penyelenggara menyesuaikan durasi kelas dengan tingkat kesulitan masing-masing bidang keahlian. Program pengelasan berlangsung selama 26 hari penuh, kelas barista selama 18 hari, sedangkan program lainnya berkisar antara 10 hingga 26 hari kerja.
Cerita Peserta dan Harapan Mencetak Pengusaha Muda
Para peserta merasakan langsung manfaat nyata dari program pelatihan vokasi ini. Ofa, salah seorang peserta kelas barista, mengaku memperoleh pemahaman komprehensif mengenai tata cara meracik kopi secara profesional dari para instruktur berpengalaman.
“Saya benar-benar mulai belajar dari nol. Namun, selama program Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon berlangsung, para instruktur menjelaskan seluruh materi secara detail dan mudah paham,” kata Ofa dengan antusias.
Selama masa pelatihan, para instruktur mengajarkan berbagai teknik penyajian kopi modern. Pembelajaran meliputi teknik manual brew V60, pembuatan espresso, hingga racikan kopi susu kekinian yang populer di kalangan anak muda.
Pengalaman berharga ini menjadi pijakan awal bagi Ofa untuk mewujudkan mimpinya membangun bisnis kedai kopi mandiri. Ia menilai industri kuliner dan kedai kopi memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan di Kota Cirebon.
“Saya berharap suatu saat bisa membuka coffee shop sendiri. Bekal dari Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon ini menjadi modal utama saya untuk memulai usaha,” tuturnya.
Keberhasilan penyelenggaraan program ini membuktikan pentingnya investasi keterampilan bagi masyarakat urban. Fasilitas berstandar industri dan instruktur kompeten menjadi kunci utama mencetak sumber daya manusia unggul.
Keberlanjutan program pelatihan vokasi secara konsisten berpotensi melahirkan lebih banyak wirausahawan baru di Kota Cirebon. Langkah nyata ini sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah pada masa depan.
Sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat mampu mewujudkan penciptaan lapangan kerja secara optimal. Kehadiran Pelatihan Kerja Gratis Disnaker Kota Cirebon menjadi bukti nyata komitmen pelayanan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.





