
KARAWANG, RubrikJabar.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tarum Kabupaten Karawang mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang 2025.
Laporan resmi rapat tahunan mencatat Dividen Perumdam Tirta Tarum Karawang Naik hingga menyentuh angka Rp9,49 miliar.
Capaian ini mencerminkan tren pertumbuhan bisnis BUMD penyedia air bersih yang semakin solid dan efisien. Pencapaian dividen tersebut melonjak tajam sebesar Rp3,36 miliar jika dibandingkan dengan dividen 2024 sebesar Rp6,13 miliar.
Pihak manajemen mengonfirmasi lonjakan pembagian dividen ini dalam Rapat Tahunan Perumdam Tirta Tarum Tahun 2026. Manajemen menggelar acara evaluasi tersebut di Aula Gedung Pelayanan Tirta Tarum pada Rabu (5/8/2026).
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghadiri langsung kegiatan strategis ini bersama Sekretaris Daerah H. Aang Rahmatullah. Jajaran direksi serta Dewan Pengawas BUMD Karawang turut mendampingi untuk mengevaluasi kinerja operasional perusahaan.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tarum Ade Dikdik Isnandar menyampaikan paparan komprehensif dalam forum tersebut. Pemaparan tersebut mencakup evaluasi total kinerja 2025 serta capaian realisasi program kerja semester I 2026.
Penyebab Dividen Perumdam Tirta Tarum Karawang Naik dan Strategi Efisiensi
Beberapa faktor utama melandasi alasan mengapa Dividen Perumdam Tirta Tarum Karawang Naik begitu signifikan tahun ini. Manajemen berhasil merancang dan merealisasikan sejumlah program strategis yang berdampak langsung pada efisiensi operasional.
Salah satu langkah besar mencakup percepatan ekspansi jaringan pelayanan kepada masyarakat Karawang. Perusahaan merealisasikan pemasangan sambungan langganan (SL) baru hingga mencapai 11.000 SL di berbagai wilayah.
Pertumbuhan basis pelanggan secara masif ini mendorong kenaikan pendapatan perusahaan secara langsung. Selain memperluas pelanggan, manajemen juga mempercepat pengembangan jaringan pipa SPAM Regional Jatiluhur I.
Langkah ini menjamin pasokan air baku menjadi jauh lebih stabil dan berkualitas tinggi bagi warga. Dampaknya, manajemen berhasil menekan potensi gangguan pendistribusian air ke rumah tangga secara maksimal.
Langkah berani manajemen dalam melakukan transisi energi hijau turut memicu efisiensi biaya operasional. Perumdam Tirta Tarum resmi menandatangani kerja sama pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan PLN Icon Plus.
Skema ini menekan biaya penggunaan listrik operasional pengolahan air bersih secara drastis. Pemanfaatan energi baru terbarukan ini beroperasi selaras dengan program pembangunan ramah lingkungan daerah.
Penghematan beban energi tersebut berhasil mengonversi keuntungan bersih perusahaan menjadi lebih tinggi. Hal ini berujung pada naiknya kontribusi deviden yang masuk ke kas daerah Kabupaten Karawang.
Pesan Tegas Bupati Karawang Terkait Kualitas Pelayanan
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian kinerja keuangan BUMD tersebut. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa indikator keberhasilan tidak boleh sebatas angka nominal rupiah.
Aep menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan vital dan hak dasar seluruh warga Karawang. Oleh sebab itu, peningkatan pundi keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan keandalan distribusi air.
“Kinerja sudah bagus, tapi tetap harus ditingkatkan. Jangan cukup di situ saja,” tegas Bupati Aep. Ia meminta seluruh jajaran agar tidak mengecewakan masyarakat karena air merupakan kebutuhan dasar.
Aep menambahkan bahwa surplus dividen menjadi bukti kontribusi positif BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia mewanti-wanti agar manajemen tidak mengorbankan kualitas pelayanan demi memburu laba bersih semata.
Aep meminta jajaran Perumdam untuk terus memperluas cakupan wilayah pelayanan hingga ke pelosok daerah. Selain itu, manajemen harus memperkuat saluran komunikasi dan menangani aduan masyarakat secara cepat.
Penguatan Tata Kelola BUMD dan Akselerasi Pelayanan Publik
Mencermati tren di mana Dividen Perumdam Tirta Tarum Karawang Naik, pemerintah daerah mendorong penguatan tata kelola. Peningkatan pertumbuhan laba harus berjalan bersamaan dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara ketat.
Pemerintah meminta manajemen untuk terus menjaga soliditas internal dan profesionalitas staf di lapangan. Oleh karena itu, tim teknis harus memperketat pengawasan terhadap potensi kebocoran air (Non-Revenue Water).
Efisiensi biaya dan transparansi tata kelola aset menjadi pilar utama pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Langkah ini penting agar ekspansi bisnis Perumdam senantiasa memberikan manfaat nyata bagi warga Karawang.
Menutup arahannya, Bupati Aep kembali mengingatkan jajaran direksi dan karyawan untuk menjaga amanah kepemimpinan. Menurutnya, keberhasilan Perumdam Tirta Tarum merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Karawang.
“Tolong dijaga amanah yang diberikan untuk kemajuan Perumdam Tirta Tarum ini,” tandas Aep menutup sambutannya. Dengan kondisi keuangan yang sehat dan porsi Dividen Perumdam Tirta Tarum Karawang Naik, BUMD ini siap melaju pesat.
Perusahaan daerah ini optimistis mampu mengakselerasi pembangunan infrastruktur air minum secara mandiri di masa depan. Langkah mandiri ini sekaligus mengurangi ketergantungan BUMD terhadap suntikan modal APBD Kabupaten Karawang.





