BeritaDaerahPemerintahan

Hari Lahir Pancasila di Ciamis Berlangsung Khidmat, Pesan Rahasia Ketua DPRD Ini Bikin Merinding!

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ciamis berlangsung penuh khidmat. Ketua DPRD Nanang Permana ingatkan peran krusial generasi muda.

CIAMIS, RubrikJabar.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ciamis secara khidmat di Halaman Pendopo Kabupaten Ciamis pada Senin pagi (1/6/2026).

Jajaran Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat Tatar Galuh menghadiri upacara penuh nasionalisme ini.

Menariknya, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara untuk memimpin jalannya ritual kenegaraan tersebut.

Kehadiran ribuan peserta di lapangan sejak pagi hari menegaskan kekuatan esensi momentum ini. Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ciamis kali ini menjadi sangat krusial di tengah berbagai tantangan disrupsi digital.

Selain itu, dinamika politik lokal menjelang perhelatan pilkada serentak turut memberi pengaruh besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak melihat upacara ini sebagai rutinitas seremonial belaka.

Dalam kesempatan tersebut, Nanang Permana membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Pesan tersebut mengusung tema utama “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Melalui amanat itu, beliau menyoroti relevansi nilai-nilai luhur Pancasila secara mendalam. Selain itu, dokumen negara tersebut menekankan pentingnya menjaga keutuhan dalam negeri untuk menjawab tantangan global.

Refleksi Mendalam Hari Lahir Pancasila di Ciamis

Selanjutnya, Nanang Permana menegaskan bahwa tanggal 1 Juni merupakan tonggak sejarah yang penting. Masyarakat harus memaknai momentum ini lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ciamis harus memicu refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat Tatar Galuh. Menurut beliau, semua pihak harus terus memperbarui pemahaman ideologi bangsa agar tetap relevan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian,” ucap Nanang di hadapan para peserta upacara.

Baca Juga :  Journalist Sport Exhibition Ciamis 2026; Saat Ratusan Pemburu Berita Mendadak Rebutan Juara di Lapangan, Ada Apa?

Ia juga menambahkan bahwa tanpa fondasi kuat, suatu daerah akan mudah terombang-ambing arus globalisasi. Oleh sebab itu, implementasi nilai kebangsaan di tingkat lokal menjadi benteng pertahanan yang utama.

Nanang memaparkan bahwa Pancasila hadir sebagai jangkar moral yang kokoh menghadapi turbulensi global. Nilai ini menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dan ratusan etnik.

Sementara itu, Kabupaten Ciamis sendiri memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam merawat toleransi. Masyarakat lokal terbukti mampu menjaga keharmonisan antarumat beragama dan suku bangsa.

Lebih lanjut, amanat dari Kepala BPIP tersebut menekankan peran aktif bangsa Indonesia di kancah internasional. Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut serta mewujudkan ketertiban dunia sesuai UUD 1945.

Kemudian, semua pihak menilai prinsip musyawarah mufakat sebagai instrumen diplomasi yang sangat krusial saat ini. Langkah tersebut mampu menjembatani perbedaan sekaligus meredam berbagai konflik horizontal.

Peran Strategis Generasi Muda Tatar Galuh

Menjelang akhir amanat, Nanang menitipkan pesan khusus kepada seluruh elemen bangsa, terutama para generasi muda. Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ciamis ini harus mengetuk kesadaran kaum milenial dan Gen Z di Ciamis.

Pemuda tidak boleh bersikap apatis terhadap ideologi negara. Kaum muda harus menyelaraskan kebaruan gagasan dengan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

Nanang berpesan dengan tegas agar masyarakat tidak membiarkan nilai luhur ini hanya menjadi hiasan dinding kantor. Nilai Pancasila juga bukan sekadar teks usang di dalam buku sejarah.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Dengan demikian, warga dapat mengamalkan falsafah tersebut secara nyata melalui aksi sosial yang positif.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila di Ciamis ini, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sistem pendidikan. Mereka akan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan lokal secara sistematis.

Baca Juga :  Jadi Pusat Nasional, Pejuang Reforma Agraria Ciamis Cetak Perempuan Tangguh Penjaga Kedaulatan Pangan

Langkah taktis ini bertujuan agar generasi penerus tidak kehilangan identitas budaya Sunda dan nasionalisme. Di samping itu, pemerintah terus memperkuat sinergi antara ulama, umaro, dan budayawan demi stabilitas daerah.

Seluruh peserta upacara kemudian menyanyikan lagu-lagu wajib nasional untuk menutup rangkaian acara khidmat ini. Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ciamis ini harus menjadi pemantik semangat bagi warga Tatar Galuh Ciamis.

Pada akhirnya, seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan religiusitas. Mereka siap memastikan api Pancasila terus menyala dalam setiap denyut nadi anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca