BeritaDaerah

Desa Cinta Statistik Indramayu 2026; Terobosan Baru BPS dan Pemkab Ubah Tata Kelola Pembangunan Daerah

Desa Cinta Statistik Indramayu 2026 resmi meluncur untuk memperkuat tata kelola data desa berbasis bukti. Simak informasi lengkapnya!

INDRAMAYU, RubrikJabar.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan program Desa Cinta Statistik Indramayu 2026 di Balai Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, pada Kamis (6/8/2026).

Pihaknya mengambil langkah strategis ini untuk memperkuat akurasi data pembangunan hingga ke tingkat desa melalui pengelolaan informasi yang mandiri dan akurat.

Acara pencanangan tersebut menetapkan tiga desa sekaligus sebagai lokus pembinaan utama di Kecamatan Sindang. Tiga desa terpilih tersebut meliputi Desa Dermayu, Desa Terusan, dan Desa Panyindangan Kulon.

Melalui program inisiasi BPS ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan standar penyelengaraan statistik sektoral dari lingkup paling bawah.

Oleh karena itu, BPS mengarahkan aparatur desa agar mampu menghasilkan data yang valid, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya pencanangan Desa Cinta Statistik Indramayu 2026.

Ia menilai bahwa keberadaan data berkualitas merupakan fondasi utama dalam merumuskan arah kebijakan daerah secara tepat sasaran.

“Suatu kehormatan bagi kami Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan hadirnya program Desa Cinta Statistik Indramayu 2026. Desa harus menjadi desa yang cerdas dengan memiliki data yang cukup, serta desa yang kuat dengan perangkat dan masyarakat yang saling mendukung,” tegas Syaefudin.

Selain itu, Syaefudin juga menekankan bahwa perencanaan berbasis data riil tingkat desa akan menghindarkan pemerintah dari program salah sasaran.

Maka dari itu, langkah ini dapat meningkatkan efektivitas anggaran daerah demi kemajuan masyarakat Indramayu secara menyeluruh.

Kolaborasi Pentahelix dalam Program Desa Cinta Statistik Indramayu 2026

Semangat gotong royong dan kemitraan antarlembaga menjadi pilar utama dalam menyukseskan program Desa Cinta Statistik Indramayu 2026.

Syaefudin mengungkapkan bahwa pendekatan kolaboratif ini selaras dengan visi besar daerah, yaitu mewujudkan Indramayu REANG yang inklusif.

Baca Juga :  Muscab LVRI 2026 Ciamis Banjar Dibuka; Sekda Andang Soroti Ancaman Nyata yang Mengintai Generasi Muda

Selanjutnya, partisipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat memegang peranan yang sangat krusial. Oleh sebab itu, keberhasilan tata kelola data tidak hanya bertumpu pada perangkat desa, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif para kader lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Indramayu, Idah Nuryani, turut memberikan tanggapan positif.

Ia menyoroti peran penting para perempuan dan kader Dasawisma yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kondisi sosial masyarakat bawah.

“Kader Dasawisma memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan keluarga. Melalui kolaborasi bersama BPS dan seluruh perangkat desa, sistem pendataan akan semakin terintegrasi,” papar Idah Nuryani.

Dengan demikian, integrasi data keluarga yang terhimpun oleh kader lapangan dapat memperkuat basis data daerah secara langsung.

Hasilnya, pemerintah dapat menyalurkan bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan presisi yang jauh lebih tinggi.

Inovasi Kampus Berdampak Memperkuat Program Desa Cantik Indramayu

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, memaparkan fokus utama BPS dalam program Desa Cinta Statistik Indramayu 2026.

Pihaknya berkomitmen membangun budaya sadar data melalui peningkatan kapasitas teknis para aparatur desa secara berkala.

Di samping memberikan pembinaan rutin, BPS juga mengandalkan konsep inovatif bertajuk Kampus Berdampak.

Melalui konsep ini, para mahasiswa dan akademisi perguruan tinggi turun langsung ke lapangan untuk mendampingi proses pendataan dan meningkatkan literasi data warga.

“Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, Desa Cinta Statistik Indramayu 2026 diharapkan mampu memperkuat literasi data dan pendampingan. Hal ini penting agar pemanfaatan data desa semakin optimal dalam mendukung pembangunan berbasis bukti,” tutur Januarto.

Di samping itu, keterlibatan akademisi membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Baca Juga :  Pemkab Perkuat Kapasitas RT RW Ciamis dan Serahkan Santunan BPJS Rp46,5 Juta

Hasil akhirnya, desa tidak lagi sekadar menjadi objek pendataan, tetapi bertransformasi menjadi subjek pengelola data yang mandiri.

Secara keseluruhan, komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan menjadi sinyal positif bagi masa depan tata kelola pemerintahan daerah.

Dengan data yang presisi dan akurat, Pemkab Indramayu kini mampu mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca