
CIAMIS, RubrikJabar.com – Gedung Pendopo Kabupaten Ciamis kembali menyorot peta perpolitikan Priangan Timur secara tajam. Tepatnya, pada Rabu (17/6/2026) lalu, akademisi Dr. Heri Solehudin Atmawidjaja melangsungkan pertemuan tatap muka bersama Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Tentu saja, pertemuan bernuansa kekeluargaan ini memicu spekulasi kuat bahwa Dr. Heri bersiap menduduki posisi sebagai Calon Wabup Ciamis.
Saat ini, warga Jawa Barat terus membicarakan kekosongan kursi eksekutif di tatar Galuh pasca wafatnya Alm. H. Yana D. Putra.
Oleh karena itu, Koordinator Heri Solehudin Center (HSC), Heryadi Sukmadijaja, mendampingi langsung kehadiran Dr. Heri sebagai langkah taktis.
Bahkan, bursa politik mencatat manuver proaktif ini mengukuhkan keseriusan sang tokoh untuk maju sebagai kandidat terkuat dalam perebutan posisi Calon Wabup Ciamis.
Lebih dari itu, pertemuan perdana ini melampaui batas silaturahmi politik biasa. Faktanya, kedua tokoh sentral tersebut membedah arah pembangunan Ciamis ke depan secara mendalam.
Selanjutnya, mereka menyamakan persepsi agar roda birokrasi pemerintahan daerah tidak kehilangan arah pada sisa masa jabatan.
Menjawab Kriteria Ketat Pengisi Kursi Calon Wabup Ciamis
Sebelumnya, Bupati Herdiat secara terbuka melontarkan kriteria spesifik mengenai sosok pendamping idealnya. Dalam kesempatan tersebut, sang bupati menyuarakan dengan tegas bahwa Ciamis menuntut figur dengan semangat pengabdian tulen.
Artinya, pemimpin daerah wajib memiliki ketulusan melayani rakyat, bukan sekadar memburu panggung kekuasaan semata.
Guna merespons tantangan berat tersebut, kubu Dr. Heri segera merapatkan barisan untuk membuktikan kelayakannya di hadapan bupati.
Secara meyakinkan, Heryadi Sukmadijaja menegaskan kepada publik bahwa jagoannya memiliki atribut yang sangat lengkap sebagai Calon Wabup Ciamis.
Apalagi, tim pendukung menilai rekam jejak Dr. Heri paling paripurna untuk mengimbangi ritme kerja bupati yang super cepat.
Tentu saja, latar belakang Dr. Heri sebagai akademisi pascasarjana di UHAMKA Jakarta memberi garansi atas kapasitas intelektualnya.
Selain itu, beliau mengantongi pengalaman panjang sebagai praktisi usaha yang menjanjikan sentuhan manajerial kokoh.
Alhasil, modal pemahaman ekonomi ini bertindak sebagai daya tarik utama bagi figur seorang Calon Wabup Ciamis dalam upaya pemulihan ekonomi lokal.
Tak hanya itu, masyarakat luas juga mengakui tingginya dedikasi sosial sang akademisi. Buktinya, Dr. Heri masih memegang amanah sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok.
Dengan demikian, perpaduan kecerdasan akademik, insting bisnis, dan kepekaan sosial keagamaan membuat namanya semakin bersinar di jajaran Calon Wabup Ciamis.
Laporan Konsolidasi dan Manuver Politik Lintas Partai
Selama obrolan tertutup di ruang kerja bupati tersebut, pihak Dr. Heri melaporkan progres komunikasi politiknya secara blak-blakan.
Sebab utamanya, dukungan dan rekomendasi kepartaian memegang peran sebagai tiket emas bagi setiap kandidat.
Tanpa restu koalisi partai, seorang Calon Wabup Ciamis mustahil melenggang ke tahap pemilihan resmi di tingkat parlemen daerah.
Kabar baiknya, HSC mengonfirmasi bahwa pertemuan tahap awal dengan para elit pimpinan partai politik pengusung telah membuahkan hasil manis.
Terlebih lagi, komunikasi lintas partai tersebut menunjukkan sinyal penerimaan yang sangat positif. Otomatis, hal ini menyuntikkan dukungan moral yang masif bagi pergerakan tim sukses sang tokoh di lapangan.
Meskipun demikian, tim HSC memastikan gerilya politik ini tidak berhenti di titik ini saja. Sebaliknya, mereka telah menyusun agenda lobi lanjutan yang jauh lebih intens dan terstruktur.
Nantinya, tim merancang format komunikasi politik yang dinamis dan menyesuaikan dinamika warga. Dengan kata lain, pihak Dr. Heri siap mengadaptasi situasi melalui pertemuan kolektif lintas parpol maupun diskusi parsial.
Pastinya, keluwesan ini bertindak sebagai senjata andalan dalam memuluskan langkah sang calon wabup ciamis.
Mengawal Regulasi dan Transisi Kepemimpinan Konstitusional
Di samping membahas manuver politik, pertemuan krusial ini turut menyoroti pentingnya tata kelola hukum administrasi negara.
Secara prinsip, Dr. Heri dan Bupati Herdiat bersepakat untuk tegak lurus menaati aturan main. Oleh karenanya, mereka memastikan proses pengisian jabatan calon wabup ciamis berjalan mulus di atas rel konstitusi.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, DPRD wajib mengurus pengisian kursi wakil bupati yang menyisakan masa jabatan di atas 18 bulan.
Lalu, partai pengusung Pilkada sebelumnya harus menyerahkan usulan sah untuk tahapan pemilihan di ruang sidang paripurna. Maka dari itu, eksekutif dan legislatif perlu menyelaraskan langkah sebagai kunci utama keberhasilan transisi ini.
Untuk meredam kekhawatiran, kubu Dr. Heri menggaransi penuh bahwa pihaknya mematuhi seluruh tahapan regulasi dari negara.
Bagi mereka, transisi kepemimpinan mutlak berjalan damai, konstitusional, dan bebas dari gejolak sosial di masyarakat. Alasannya, kepastian hukum membentuk fondasi kokoh bagi kemajuan daerah di tatar Galuh.
Saat ini, banyak kalangan mendesak pengisian jabatan eksekutif demi menjaga efisiensi tata kelola pemerintahan. Tentunya, bupati sangat membutuhkan pendamping definitif yang tangkas bekerja guna meringankan tugas sehari-hari.
Bagaimanapun juga, pemerintah daerah wajib menjaga stabilitas performa birokrasi sebagai harga mati. Sementara itu, masyarakat Ciamis menaruh harapan besar agar urusan politik elit tidak menyumbat pelayanan publik.
Harapannya, figur pemimpin baru segera bekerja keras menuntaskan berbagai program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Sebagai penutup, perwakilan Dr. Heri mengikrarkan komitmen moral yang teguh untuk menjadi mitra strategis yang loyal bagi Bupati Herdiat Sunarya.
Pada akhirnya, sinergi dan keharmonisan dwitunggal baru ini siap mengakselerasi kesejahteraan segenap warga Ciamis. Kini, publik tinggal menanti momen pengumuman resmi mengenai sosok Calon Wabup Ciamis sah tersebut.

