BeritaDaerah

Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh di Ciamis Sukses Digelar, Inilah Misi Utamanya!

Prosesi sakral pangistrenan wawakil kerajaan galuh resmi digelar di Keraton Selagangga Ciamis. Ketahui misi membangkitkan sejarah leluhur!

CIAMIS, RubrikJabar.com – Upacara adat pangistrenan wawakil kerajaan galuh secara resmi berlangsung khidmat di Keraton Selagangga, Kabupaten Ciamis, pada hari Sabtu (8/8/2026). Acara bersejarah ini menjadi momentum penting untuk masyarakat memperkuat pelestarian nilai-nilai luhur dan kebudayaan peradaban masa silam.

Tokoh adat secara resmi mengistren R. Rafiq Hakim Radinal agar beliau mengemban amanah besar tersebut. Berbagai tokoh penting serta perwakilan keraton nusantara turut menyaksikan prosesi sakral ini secara langsung.

Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta para budayawan Tatar Galuh hadir memeriahkan suasana. Selain itu, unsur Forkopimda dan tamu undangan juga meramaikan acara penting ini.

Makna Mendalam di Balik Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, hadir langsung dan memberikan pandangan terkait pangistrenan wawakil kerajaan galuh tersebut. Beliau menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni adat belaka bagi masyarakat setempat.

Namun lebih dari itu, masyarakat harus menjadikan kegiatan sakral ini sebagai pijakan dalam memajukan kebudayaan di Tatar Galuh. Oleh karena itu, beliau mengajak semua elemen masyarakat mengambil pelajaran berharga dari penyelenggaraannya.

Bupati menilai perhelatan ini membuka ruang refleksi bagi warga untuk menapaki jejak sejarah peradaban masa lampau. Di sisi lain, warisan kearifan lokal ini telah membentuk identitas yang sangat melekat pada jati diri masyarakat Ciamis.

“Kita melaksanakan acara ini sebagai langkah strategis untuk memajukan kebudayaan daerah,” tegas Herdiat. Selain itu, beliau mengajak masyarakat luas menggali potensi sejarah sebagai kekuatan moral bangsa kita.

Napak Tilas Kejayaan Kerajaan dan Pelestarian Situs

Kita sangat mudah menelusuri jejak peradaban masa lalu melalui keberadaan berbagai situs bersejarah di Ciamis. Misalnya, masyarakat dapat melihat kemegahan peninggalan budaya di Situs Karangkamulyan, Situs Astana Gede Kawali, hingga Situs Jambansari.

Baca Juga :  Bikin Kaget! Kebijakan Sampah Pelajar SMA SMK Jabar Kini Wajib Masuk Nilai IPA, Ini Aturan Lengkapnya

Ketiga situs budaya tersebut membuktikan sekaligus mengajarkan nilai-nilai luhur kepemimpinan kuno kepada generasi sekarang. Oleh karena itu, keberadaannya sangat penting dalam mencontohkan cara leluhur menjunjung tinggi kearifan, gotong royong, dan penghormatan alam.

Selanjutnya, kemeriahan prosesi pangistrenan wawakil kerajaan galuh semestinya memicu ketertarikan generasi muda pada peninggalan tersebut. Para tokoh budaya memerlukan pelibatan generasi penerus sebagai kunci utama agar sejarah masa lalu terus hidup.

Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus mendorong upaya pemajuan kebudayaan secara masif ke depannya. Dengan demikian, generasi muda mampu mempelajari masa lalu dan menjadikannya inspirasi berharga untuk masa depan.

Harapan Baru Pasca Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh

Pada kesempatan penuh makna ini, Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. Selain itu, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dewan Pakar serta Pengurus Pusat FSKN atas dukungannya.

Tidak ketinggalan, Dewan Kebudayaan Ciamis juga berkontribusi besar menyukseskan kegiatan pangistrenan wawakil kerajaan galuh secara paripurna. Tentu saja, bangsa kita sangat membutuhkan sinergi lintas sektoral untuk terus melestarikan budaya lokal.

Bupati berharap semua pihak dapat merawat jalinan sinergi ini dan membuatnya semakin kuat di masa mendatang. Oleh sebab itu, warga menganggap kerja sama erat ini sebagai ikhtiar mulia untuk memajukan peradaban Tanah Galuh.

Masyarakat luas mengiringi R. Rafiq Hakim Radinal dengan ucapan selamat dan doa tulus. Mengingat besarnya tanggung jawab tersebut, beliau wajib menjalankan amanah ini dengan keteladanan yang sungguh-sungguh dan nyata.

Semua pihak memproyeksikan pelaksanaan pangistrenan wawakil kerajaan galuh sebagai motor penggerak pelestarian kebudayaan secara menyeluruh. Di samping itu, perannya harus menjembatani nilai luhur masa lalu dan tuntutan kemajuan zaman sekarang.

Baca Juga :  Bupati Herdiat Soroti Krisis Air Bersih dan Anggaran dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 RI Kabupaten Ciamis

Mengusung Semangat Galuh Galeuhna Galih

“Saya meminta beliau melaksanakan amanah ini secara maksimal dan penuh tanggung jawab,” ungkap Herdiat. Selanjutnya, kolaborasi harmonis ini pasti akan selalu sejalan dengan semangat luhur kedaerahan yakni “Galuh Galeuhna Galih”.

Para budayawan menanamkan makna filosofis yang mendalam ke dalam tema pangistrenan wawakil kerajaan galuh ini. Oleh karena itu, warga tidak boleh membatasi pesannya sebatas jargon, tetapi harus mengimplementasikannya dalam kehidupan keseharian.

Lebih lanjut, penyelenggara merancang rangkaian kegiatan ini agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pada akhirnya, tradisi luhur ini akan mengokohkan nilai-nilai tradisional di tengah gempuran modernisasi yang sangat masif.

Bupati juga memanjatkan doa agar Tuhan senantiasa meridhoi ikhtiar kita dalam merawat tradisi budaya. Sementara itu, setiap elemen masyarakat turut menentukan kesuksesan pelestarian warisan para leluhur di tanah Ciamis ini.

Semangat filosofis dari pangistrenan wawakil kerajaan galuh tersebut mampu membentuk fondasi utama guna menjaga jati diri. Dengan demikian, warga Ciamis memiliki kekuatan untuk melangkah maju dengan kebanggaan tinggi terhadap kekayaan budayanya.

Kesimpulan Pelestarian Budaya Ciamis Melalui Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh

Prosesi penting ini menunjukkan bukti nyata komitmen kokoh pemerintah daerah beserta masyarakatnya. Selain itu, kolaborasi ini menegaskan bahwa budaya lokal tetap mampu bertahan meski peradaban dan zaman terus berubah cepat.

Pihak keraton dan pemerintah kabupaten membuka peluang pengembangan pariwisata melalui kerja sama harmonis ini. Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisatawan pasti akan mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar kawasan pelestarian situs budaya ini secara signifikan.

Sebagai penutup, warga harus memaknai kesuksesan upacara pangistrenan wawakil kerajaan galuh sebagai awal perjuangan panjang. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama merawat warisan berharga demi kelangsungan identitas Tatar Galuh yang semakin cemerlang.

Baca Juga :  228 Orang Terima Remisi Narapidana Lapas Ciamis pada HUT ke-81 RI

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca