
CIAMIS, RubrikJabar.com – Ribuan Bobotoh memadati kawasan pusat kota saat menggelar acara Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis pada Kamis malam (6/8/2026) dengan penuh kedewasaan.
Meskipun Persib Bandung harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya di partai puncak, masyarakat Kabupaten Ciamis justru memperlihatkan wajah sepak bola yang sesungguhnya.
Acara yang berlangsung sejak sore hingga larut malam ini berjalan sangat tertib, aman, kondusif, dan penuh dengan nilai kebersamaan.
Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Polres Ciamis menginisiasi kegiatan hangat ini sebagai bentuk dukungan moral kepada Maung Bandung.
Selain menjadi ajang pembuktian loyalitas fans, Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis juga bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Langkah ini terbukti efektif mencairkan ketegangan laga final dan menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu jalinan persaudaraan yang erat.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri acara secara langsung di tengah-tengah lautan supporter bersama Kapolres Ciamis, Wakapolres, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Ciamis.
Para pejabat daerah membaur tanpa sekat di tengah ribuan warga sebagai simbol harmonisnya hubungan pimpinan dan rakyatnya. Oleh karena itu, momen sepak bola ini berubah menjadi panggung kebersamaan yang sangat menyejukkan hati.
Keriuhan Antusiasme Bobotoh Ciamis di Partai Puncak
Gemuruh sorak-sorai ribuan pasang mata menggema hebat ketika Persib berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Patricio Matricardi pada menit ke-24.
Harapan besar untuk membawa pulang trofi juara sempat membumbung tinggi di area Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis tersebut.
Namun, hingga peluit panjang dibunyikan wasit, Persebaya Surabaya sukses mempertahankan keunggulan dan mengunci gelar juara.
Meskipun harus menerima kenyataan pahit, tidak ada satupun penonton yang melakukan tindakan anarkis atau mengekspresikan kekecewaan secara berlebihan.
Sebaliknya, para Bobotoh yang menghadiri Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis menunjukkan sikap yang sangat dewasa dengan menerima hasil pertandingan secara lapang dada. Mereka tetap memberikan tepuk tangan apresiasi atas perjuangan keras kedua tim di lapangan hijau.
Apresiasi Bupati dan Sinergi Pimpinan Daerah
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kedewasaan mental warga Tatar Galuh.
Menurutnya, masyarakat memperlihatkan sikap santun dan bermartabat sebagai cerminan dari budaya luhur yang harus terus terjaga.
“Hari ini kita mungkin belum membawa pulang trofi juara ke tanah Sunda, tetapi masyarakat telah menunjukkan kemenangan yang jauh lebih berharga. Kemenangan sejati itu adalah keberhasilan menjaga persatuan, sportivitas, keamanan, serta ketertiban bersama. Inilah karakter asli masyarakat Ciamis yang wajib kita pelihara,” ujar Herdiat Sunarya di sela-sela acara.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa warga tidak sekadar menyaksikan layar lebar pada Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis.
Lebih dari itu, kegiatan kolaboratif ini menjadi sarana strategis yang mempererat komunikasi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan warga.
Kemeriahan acara Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis makin memuncak saat jeda antarbak memasuki babak pertama.
Pada momen tersebut, Bupati Herdiat mengajak para Bobotoh berinteraksi langsung melalui kuis interaktif yang membagikan doorprize menarik.
para pemuda yang hadir menyambut pembagian jersey kebanggaan PSGC Ciamis dengan semangat tinggi.
Pembagian Doorprize dan Makanan Gratis
Tidak mau kalah, Kapolres Ciamis membagikan hadiah istimewa berupa Jersey Persib Bandung secara langsung. Kapolda Jawa Barat menyerahkan jersey tersebut secara khusus dengan mengusung slogan ajakan “Jaga Rawat Jawa Barat”.
Pesan moral ini hadir agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat.
Selain hiburan dan pembagian hadiah, Pemkab Ciamis bekerja sama dengan Polres Ciamis menyediakan ribuan porsi makanan gratis.
Penyelenggara memperuntukkan fasilitas ini bagi seluruh warga yang memadati area Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis tanpa terkecuali. Tak heran, warga merasakan suasana kekeluargaan yang sangat kental dan hangat hingga akhir laga.
Teladan Kebersihan dan Kedewasaan Supporter
Hal yang paling membanggakan dan mencuri perhatian publik adalah kebersihan lokasi usai panitia membubarkan acara. Walaupun ribuan pasang kaki memadati area publik, kondisi lingkungan Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis tetap bersih dan bebas dari sampah bertebaran.
Tingginya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi bukti nyata tumbuhnya budaya disiplin di ruang publik.
Keberhasilan penyelenggaraan Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis ini menjadi bukti konkret kuatnya sinergi antarlembaga di Kabupaten Ciamis.
Pemerintah daerah, TNI-Polri, dan elemen supporter membangun kolaborasi harmonis hingga berhasil menciptakan standar baru penyelenggaraan acara nonton bareng yang aman dan edukatif.
Melalui momentum berharga ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap nilai-nilai positif seperti sportivitas dan persatuan dapat terus mengakar.
Masyarakat tidak hanya mengukur kemenangan sejati dalam olahraga dari angka di papan skor, melainkan dari cara mereka menjaga persaudaraan.
Pemerintah memandang budaya saling menghormati ini sebagai modal utama untuk membangun Ciamis yang lebih maju, sejahtera, dan kondusif di masa depan.
Para penonton mengakhiri acara Nobar Final Piala Presiden di Alun-Alun Ciamis dengan pulang secara tertib menuju rumah masing-masing.
Sikap ramah dan santun para Bobotoh Ciamis ini layak menjadi contoh teladan bagi suporter sepak bola di seluruh penjuru Tanah Air.





