BeritaDaerahOlahraga

Ezechiel NDouassel Gabung PSGC Ciamis, Asisten Pelatih Eka Ramdani Bongkar Fakta Mengejutkan Kondisi Fisik Sang Striker!

Fakta Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis jelang Liga 2 musim 2026/2027. Simak respons Eka Ramdani soal kondisi fisik sang striker!

CIAMIS, RubrikJabar.com – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional setelah Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis pada Kamis (13/8/2026).

Striker garang asal Chad tersebut langsung mengikuti sesi latihan perdana di Stadion Galuh. Kehadirannya tentu memicu antusiasme tinggi dari jajaran pelatih dan para penggemar Laskar Singacala.

Tentu saja, banyak pihak penasaran dengan kondisi fisik pemain yang kini berusia 38 tahun tersebut. Namun, tim pelatih langsung menepis kekhawatiran itu setelah melihat sang striker melahap menu latihan.

Asisten Pelatih PSGC, Eka Ramdani, memantau langsung perkembangan dan adaptasi sang pemain. Ia menilai bahwa kondisi Ezechiel sangat impresif meskipun usianya tak lagi muda.

“Kondisinya bagus. Sentuhannya juga bagus. Saya sering komunikasi dengannya sebelum ia tiba di sini,” ungkap Eka. Oleh karena itu, staf pelatih merasa sangat lega melihat kesiapan sang ujung tombak.

Alasan Mengapa Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis

Faktor utama di balik keputusan penting ini adalah ambisi besar Laskar Singacala mengarungi Liga 2 musim 2026/2027. Sebagai tim promosi, mereka sangat membutuhkan pemain berpengalaman untuk memimpin lini depan.

Faktanya, manajemen tidak mengambil keputusan secara instan mengenai Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis. Manajemen telah mengevaluasi secara matang rekam jejak, kedisiplinan, dan kebugaran fisiknya.

Selain itu, Eka Ramdani mengaku sudah mengenal betul karakter permainan sang striker eks Persib tersebut. Keduanya memiliki pemahaman taktik yang baik berkat pengalaman panjang berkompetisi.

“Ketika saya di Garuda Yaksa, dia bermain di Bekasi FC. Pencapaian golnya di sana masih sangat bagus. Jadi, saya tahu betul kualitas dia,” tambah Eka memberikan jaminan.

Oleh sebab itu, banyak pihak memprediksi momen Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis akan menjadi kartu truf bagi lini depan. Pelatih meyakini ia mampu membongkar pertahanan ketat lawan menggunakan insting gol tajamnya.

Baca Juga :  Antisipasi Laka Maut, Ramp Check Polres Tasikmalaya Kini Sasar Armada Nakal

Profesionalitas dan Kesiapan Fisik King Eze

Meskipun sudah berumur 38 tahun, Ezechiel tetap menunjukkan dedikasi luar biasa sebagai atlet profesional. Ia tiba di Ciamis dalam kondisi fisik sangat siap untuk langsung berkompetisi.

Fakta ini membuktikan bahwa sebelum resminya Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis, ia terus menjaga kebugaran secara mandiri. Alhasil, porsi latihannya sama sekali tidak tertinggal jauh dari rekan-rekan setimnya.

Bahkan, sentuhan bolanya di atas lapangan hijau tetap tajam dan akurat. Ezechiel berbaur dengan cepat dan tidak mengalami kesulitan berarti saat mengikuti instruksi pelatih kepala.

“Dia sangat profesional. Karena latihan mandiri itu, kondisinya tidak jomplang dengan pemain lain saat bergabung,” puji Eka Ramdani terkait tingkat kedisiplinan striker andalan barunya.

Tentu saja, pelatih berharap etos kerja tinggi ini menular secara positif kepada para pemain muda PSGC. Kehadiran figur senior sangat esensial untuk membimbing mental bertanding skuad Laskar Singacala.

Mengingat Jejak Karier Mentereng Sang Pemain

Bagi pencinta sepak bola Tanah Air, nama Ezechiel N’Douassel jelas sudah tidak asing lagi. Torehan gol-gol krusial yang menentukan kemenangan selalu mewarnai kiprah panjangnya melanglang buana.

Jauh sebelum kepastian Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis, ia pernah menjadi ikon tak tergantikan bagi Persib Bandung. Saat membela klub tersebut, Eze tampil memukau sebagai striker mematikan dengan kemampuan duel udara tiada tanding.

Setelah berpisah dengan Persib, ia juga sempat melanjutkan karier bersama Bhayangkara FC dan Bekasi FC. Pada kedua klub tersebut, insting mencetak golnya tidak memudar dan terus merepotkan bek-bek tangguh lawan.

Pengalaman mentereng inilah yang membuat nilai tawar King Eze tetap tinggi bagi para pelatih. Meskipun usianya terus bertambah, penempatan posisinya masih berada jauh melampaui rata-rata striker kasta kedua.

Baca Juga :  Bumi Galuh Gempar! Kerja sama PSGC Ciamis dan Persib Hadirkan Kejutan Besar untuk Liga 2

Adaptasi Cuaca yang Mendukung di Ciamis

Salah satu keuntungan merekrut pemain asing berpengalaman adalah proses adaptasi yang super cepat. Ezechiel sudah memahami kultur sepak bola, cuaca, hingga selera makanan lokal.

Faktor non-teknis inilah yang turut memperlancar jalannya Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis pada bursa transfer ini. Cuaca Kabupaten Ciamis yang relatif sejuk sangat membantunya menjaga stamina saat berlatih.

Selanjutnya, Eka Ramdani juga menyoroti pentingnya keharmonisan bagi seluruh penghuni ruang ganti. Menurut sang asisten pelatih, meski Eze berstatus bintang, ia tetap tampil rendah hati dan bersedia membaur.

Harapan Usai Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis

Musim baru kompetisi 2026/2027 tinggal menghitung hari menuju partai pembuka. Seluruh elemen tim kini memusatkan fokus secara penuh pada pematangan taktik dan kekompakan antarlini.

Dengan resminya Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis, pelatih memastikan daya gedor tim bakal jauh lebih agresif. Keunggulan postur dan ketenangan Eze saat mengancam gawang lawan menjadi senjata utama meraup poin penuh.

Lebih lanjut, manajemen meyakini kolaborasi jajaran staf pelatih mampu memaksimalkan potensi Eze hingga titik tertinggi. Mereka akan terus meracik strategi paling sesuai dengan gaya main keras khas pemain asal Chad tersebut.

Kesimpulannya, seluruh pencinta sepak bola nasional patut menantikan kejutan dari Laskar Singacala musim ini. Momentum Ezechiel NDouassel gabung PSGC Ciamis jelas bukan sekadar transfer biasa, melainkan langkah strategis demi merajai Liga 2.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari RubrikJabar.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca